Label

Senin, 21 Juli 2014

Manusia dan Kasih Manusia dan Harapan Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia


Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologisrohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primatadari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsepjiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalammitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Manusia dan Kasih

Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebih dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang. Berbicara soal mengenai kasih sayang tentu tak lepas dari cinta. Oleh karenanya antara kasih sayang, cinta dan kemesraan tak bisa pisah-pisahkan meskipun semua beda penegertian, sebab semuanya saling mengaitkan.
Cinta dan kasih sayang adalah salah satu kebutuhan manusia yang paling asasi. Dengan cinta dan kasih sayang dapat menciptakan suasana damai dan tentram, namun cinta dan kasih sayang bisa bernilai sebaliknya yang dapat menimbulkan peperangan. Misalnya jika negara kita diserang oleh negara lain, karena rasa cinta kepada bangsa dan sayang kepada keluarga atau rekan kita yang menjadi korban maka kita akan rela berperang. Cinta dan kasih sayang bernilai sangat universal. Cinta dan kasih sayang adalah bahasa zaman yang tak pernah lekang olehnya.
Sepintas cinta dan kasih sayang akan berdampak kepada rasa aman dan damai, akan tetapi di sisi lain perasaan cinta berdasarkan suatu keadaan konflik kepentingan dapat menimbulkan malapetaka yang sangat berlawanan dari makna cinta dan kasih sayang. Pemaparan di atas menggambarkan rasa cinta dan kasih sayang tersebut ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi dapat menciptakan rasa tenteram dan damai, akan tetapi di sisi lain dapat menimbulkan rasa takut dan malapetaka dan kehancuran.
Manusia yang paling bermanfaat adalah manusia yang mampu memberikan cinta kasih terhadap sesamanya. Tanpa kasih sayang, mustahil manusia dapat menciptakan ketenteraman di kehidupnya. Kasih sayan adalah proses yang berjalan secara manusiawi oleh tiap insan yang hidup di dunia. Jadi, kasih sayang adalah hak dan kewajiban bagi setiap manusia untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki.
Manusia dan Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing, Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
• keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
• pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Penyebab Manusia Memiliki Harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
• Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dcngan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang
salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.
• Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan,
dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.
Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah
maupun kemampuan berpikimya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia
mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
Manusia dan Tanggung Jawab
A.  PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung  jawab  menurut  kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya  yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tangung  jawab juga  berarti berbuat  sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggungjawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau Belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya,berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab   karena  ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa  pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.Untukmemperoleh atau meningkatkan  kesadaran  bertanggung  jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
B.   MACAM-MACAM  TANGGUNG JAWAB
Manusia  itu berjuang  memenuhi  keperluannya  sendiri atau untuk keperluan  pihak lain. Untuk  itu ia manghadapi  manusia  lain dalam masyarakat  atau menghadapi  lingkungan  alamo Dalam usahanya  itu manusia juga menuadari  bahwa ada kekuatan  lain yang ikut menentukan yaitu  kekuasaan   Tuhan.   Dengan  demikian  tanggung  jawab   itu  dapat  dibedakan   menurut keadaan  manusia  atau hubungan  yang dibuatnya.  Atas dasar  ini, lalu dikenal  beberapa jenis tanggung  jawab,  yaitu  :
(a)  Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran  setiap orang untuk memenuhi kewajibannya  sendiri dalam mengembangkan  kepribadian  sebagai  manusia pribadi. Dengan demikian  bisa memecahkan  masalah-masalah  kemanusiaan  mengenai  dirinya sendiri Menurut sifat dasamya  manusia  adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan  seorang  pribadi  maka  manusia  mempunyai pendapat  sendiri, perasaan sendiri angan-angan  sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan  itu manusia berbuat  dan  bertindak.  Dalam hal ini manusia tidak luput  dari  kesalahan,  kekeliruan,baik yang  disengaja maupun tidak.
Contoh:
Rudi membaca  sambil berjalan. Meskipun sebentar-sebentar  ia melihat jalan,  tetap juga  ia lengah, dan terperosok  ke sebuah  lobang.  kakinya terkilir. Ia menyesali dirinya sendiri akan  kejadian itu.Ia harus beristirahat dirumah beberapa  hari. Konsekwensi tinggal di rumah beberapa  hari merupakan tanggung jawab sendiri akan kelengahannya.
(b)  Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga  merupakan  masyarakat  kecil. Keluarga  terdiri dari suami-istri.  ayah-ibu  dan anak-anak.  dan juga  orang lain yang menjadi  anggota keluarga.  Tiap anggota  keluarga  wajib bertanggung jawab  kepada keluarganya. Tanggung jawab  ini menyangkut  nama baik keluarga. Tetapi tanggung  jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan. pendidikan, dan kehidupan.
Contoh  :
Seorang  ibu telah  dikarunia  tiga  anak, kemudian  oleh  sesuatu  sebab suaminya meninggal  dunia, karena ia tidak mempunyai  pekeIjaan/tidak beketja  pada  waktu  suaminya  masih  hidup  maka  demi  rasa tanggung jawabnya   terhadap  keluarga  ia melacurkan  diri.
Ditinjau  dari segi moral hal ini tidak bisa diterima  karena  melacurkan diri  tennasuk   tindakan  di kutuk,  tetapi  dari  segi  tanggung  jawab   ia tennasuk   orang  yang  dipuji.  karena  demi  rasa  tanggung  jawabnya terhadap  keluarga  ia rela berkorban  menjadi  manusia  yang  hina  dan dikutuk.
(c) Tanggung  jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya  manusia  tidak bisa hidup tanpa bantuan  manusia  lain. sesuai dengan kedudukannya   sebagai  mahluk  sosial.  Karena  membutuhkan   manusia  lain  maka  ia  hams berkomunikasi  dengan  manusia  lain  tersebut.  Sehingga  dengan  demikian  manusia di  sini merupakan  anggota masyarakat  yang tentunya mempunyai  mempunyai tanggung jawab  seperti anggota masyarakat  yang lain agar dapat melangsungkan  hidupnya dalam masyarakat  tersebut Wajarlah  apabila segala tingkah laku dan perbuatannya  harus dipertanggung  jawabkan  kepada masyarakat.
Contoh:
Hanafi  terlalu congkak  dan sombong, ia mengejek dan menghina pakaian  pengantin  adat Minangkabau.  Ia tidak memakai  pakaian  itu, bahkan  penutup  kepala  yang dikeramatkan  pun semula ditolak. Tetapi setelah ada ancaman dari pihak  pengiring, terpaksa Hanafi mau memakainya  juga.  Di dalam  peralatan  itu hampir-hampir pernikahan dibatalkan,karena  timbul perselisihan  antara pihak  kaum  perempuan dengan  pihak kaum laki-laki.  Pangkalnya  dari Hanafi juga.  Ia berkata pakaian mempelai  yang masih sekarang dilazimkan  di negerinya,  yaitu pakaian secara zaman dahulu, disebutkannya cara anak komedi Istambul. Jika ia dipaksa  memakai  secara  itu, sukalah  urung  sahaja,  demikian katanya dengan pendek. Setelah timbul pertengkaran  di dalam keluarga pihaknya  sendiri  akhimya  diterimalah,  bahwa ia memakai  smoking, yaitu jas hitam, celana hitam, dengan berompi dan berdasi putih. Tetapi waktu  hendak   menutup   kepalanya,   sudah  berselisih   pula. Dengan kekerasan  ia  menolak  pakaian   dester   suluk,yaitu  pakaian orang Minangkabau. Bertangisan  sekalipun  perempuan meminta  supaya  ia jangan menolak tanda keminangkabauan  yang satu, yaitu selama beralat saja. Jika peralatan sudah selesai, bolehlah ia nanti memakai sekehendak hatinya pula. Hanafi tetap menolak kehendak orang tua, ia tidak hendak menutup  kepala,  karena  lebih  gila pula  dari  pada  anak  komidi,  bila memakai  dester  saluk dengan  baju smoking  dan dasi. Setelah  ibunya sendiri hilang sabamya dan memukul-mukul  dada di muka anak yang “terpelajar” itu, barulah Hanafi menurut kehendak orang banyak, sambil mengeluh dan teringat akan badannya yang sudah “tergadai”.  Untunglah ia menurutkan hal menutup kepala itu, karena sekalian pengantar dan pasuinandan  (pengiring bangsa perempuan) sudah berkata bahwa mereka talc sudi mengiringkan  “mempelai didong”. Akhimya Hanafi tunduk pula dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, Meskipun harus bersitegang dahulu. Sebagai pertanggungjawaban kecongkakan dan kesombongannya  itu, Hanafi harus menerima rasa antipati dari masyarakat  Minangkabau yang sangat ketat terhadap adat itu (salah asuhan)
(d). Tanggung jawab  kepada  Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu  adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung  jawab kepada negara.
Contoh:
1)  Dalam novel jalan tak  ada ujung karya Muchtar Lubis, Guru Isa yang tekenal sebagai guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang  milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah kalau perbuataan itu diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
2) Kumbakarna  menolak perintah kakaknya, juga rajanya  yaitu Rahwana  untuk berperang melawan rama, karena kakanya berbuat keburukan. Bukan main Rahwana. Ia membangkit-bangkitkan hutang budi Kumbakama terhadap kerajan Alengka. Kumbakama menyadari kedudukannya sebagai pang1ima perang, karena itu berangkat juga ia ke medan perang menghadapi  Rama. Akan tetapi ia maju ke medan perang bukan karena membela kakanya, melainkan karena rasa tanggung jawabnya sebagai panglima yang harus membela negara ( Ramayana)
(e). Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya  manusia mempunyai tanggung jawab Iangsnng ternadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman  Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab sud melalui berbagai macam agama Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah  Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya  dilakukan manusia ternadap Tuhan sebagai penciptanya,  bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya  terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum  yang ada pada agamanya,  hal ini dilakukan  agar ia dapat sepenuhnya  mengabdikan  din kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya.  Dalam  rangka  memenuhi  tanggung jawab  ini ia berkorban  tidak  memenuhi kodrat   manusia   pada   umumnya   yang  seharusnya   meneruskan keturunannya yang sebetulnya  juga  merupakan  sebagian  tanggung  jawabnya sebagai  mahluk Tuhan.
C.   PENGABDIAN  DAN PENGORBANAN
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.  Pengabdian  dan pengorbanan  adalah perbuatan baik untuk kepentingan  manusia itu sendiri.
(a).  Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan  kesetiaan,  cinta, kasih sayang, hormat,  atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan  ikhlas.
Pengabdian   itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung  jawab. Apabila  orang  bekerja keras  sehari  penuh  untuk mencukupi kebutuhan. hal itu berarti  mengabdi  kepada  keluarga.
Lain halnya jika  kita membantu ternan dalam kesulitan,  mungkin  sampai  berhari-hari itu bukan  pengabdian.  tetapi hanya bantuan saja.
Berikut  ini diberikan  gambaran  bagaimana  orang tua mengabdi  kepada putra-putrinya demi  kebahagiaan keluarga mereka.
Sepasang  suami  istri  guru  sekolah  dasar  di  sebuah  desa.  Anaknya cukup banyak.   yaitu 6 orang. Untuk  dapat  memenuhi   kebutuhan keluarga  besar  tesebut.  si ibu tetap bekerja  sebagai  guru.  karena  tahu bahwa  gaji  suaminya  juga  kecil, Si ibu di rumah tidak  melepaskan tanggung  jawabnya  sebagai  ibu  rumah tangga,  karena  memang  tidak mampu membayar  pembantu.  Untuk urusan  pendidikan  di sekolah  si bapak  yang bertanggung jawab,   sedangkan   si ibu untuk urusan pendidikan yang bersangkutan dengan rumah tanggga. Si Bapak mcmbimbing   putra-putrinya   dalam   belajar  di  rumah  malam hari. scdangkan  siang  hari  saling dengan  praktek  biologi  seperti  menanam sayur. memelihara  ternak  yang hasilnya  langsung  dapat dimanfaatkan oleh keluarga. Si ibu mcngajar putra-putrinya memasak, mencuci piring. mencuci   pakaian.  membersihkan   rumah.  Anak-anaknya   yang  mulai besar menjadi  semacam  asistennya.  Setelah anak-anaknya  mulai harus sckolah di kota, mereka itu hanya disewakan kamar yang murah dengan harus memasak  dan mencuci  sendiri yang sudah terlatih baik waktu di desa.  Demikianlah  maka  kamar  itu makin  banyak  penghuninya   oleh adik-adik   yang  juga  menyusul   kakak  untuk  belajar  di  kota.  Sekali seminggu  seorang  pulang  untuk  mengambil  uang  dan  perbekalan  di desa,   dan   sekali   sebulan ayah-ibu  datang ke kota   untuk tetap mengakrabkan hubungan  mereka  sebagai  keluarga, sekaligus mengontrol apakah  anak-anaknya   menjalankan   kewajibannya   secara benar.  Hal  demikian  juga dilakukan  oleh  keluarga   itu  waktu  anak terbesar  harus masuk ke perguruan  tinggi. Pada waktu si sulung sudah tarnat dan bekerja,  ia pindah ke tempat kerjanya dan berfungsi  sebagai donateur  ternadap  adik-adiknya.Walhasil seluruh putra-putri keluarga guru tersebut dapat menamatkan   sekolahnya   dan  menjadi  sarjana. Sementara  itu si bapak dan ibu bertahan  bekerja  sebagai  guru di desa demi  mengabdi  kepada  putra-putrinya   agar  dapat  menjadi   manusia yang  hidupnya tidak  sesulit  dirinya. Waktu  mereka  sudah  pensiun, mereka merasakan  bahwa pengabdiannya   pada  putra-putrinya juga sudah  cukup, mereka merasa  puas  karena mampu membekali putra-putrinya   dengan  ilmu yang dijadikan  kail  dalam   menempuh kehidupan   ini.  Orang  tua  itu  tidak  membekali  dengan  ikan, karena akan cepat habis tanpa bekas !
Manusia tidak ada dengan sendirinya,tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti  penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengabdian kepada agama atau kepadaTuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun di ladang Tuhan karena kesadaran moralnya,karena panggilanTuhan. Mereka meningggalkan keluarganya dan tidak akan berkeluarga,  Sehingga hampir seluruh waktu waktu, pikiran, tenaga maupun kegiatan hanya tercurah untuk memuliakan Tuhan. Dalam agama yang tidak membedakan manusia atas dasar ras ataupun bangsa itu, para biarawan atau biarawati ditempatkandi daerah – daerah yangjauh dan terpencil.Semuanya dilakukan dengan semboyan tugas sud. Selain pada gereja Katolik,pada agama Budha juga dikenal biarawati atau biarawan dengan sebutan bhiksu dan bhiksuni dengan cara kehidupan yang tidak jauh berbeda.
Pengabdian kepada negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negeri yang bertugas menjaga mercusuar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil terpencil dari masyarakat ramai, sementara ito sctiap ban tiupan angin kencang dan laut tidak pernah bernenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam rnengabdikan diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri di kota tidak dapat dirasakan,mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti tahunan. Kesenangandan kegembiraansesamapegawai negri haanya mereka bayangkan secara terang di alam yang demikian sepi. Anak-anak mereka sulit berkembang sebagai mahluk sosial, dan tebatas untuk dapat mengembangkan diri akibat terpencilnya tempat tinggalnya. Dengan membandingkanmereka dan kehidupan kawan-kawannya di kota atau di tempat yang lebih enak terasa arti pengorbanan mereka demi keselamatan manusia lain, bangsa dan negara sendiri. Berapa banyakkah orang yang mau dan mampu menghayati pengorbanan mereka itu.?
(b).  Pengorbanan
Pengorbanan  berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,  sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan  kebaktian.  Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan  kotbah agama. Dari kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh  tauladan, bagaimana  scmestinya  wajib berkorban.  Berikut ini diberikan dua buah penggambaran.
Pangeran Sidharta Gautama dari Kapilawastu diharapkan oleh ayahnya untuk kemudian menggantikan kedudukannya sebagai raja. Tetapi, Pangeran tersebut lebih tetarik pada kehidupan pertapa untuk memperoleh penerangan agung bagaimana caranya manusia dapat membebaskan  dirinya  dari  sengsara (samsara) melalui  pelepasan (mokhsa) dan mencapai kehidupan abadi di sorga (nirvana). Ia mengorbankan kehidupannya yang mewah duniawi dalam istana, ia mengorbankan kepentingan keluarganya, karena memandang bahwa kepentingan umat manusia yang bodoh (avidhya) perlu didahulukan. Usahanya berhasil memperoleh  penerangan agung di tcmpat pertapaan Bodh Gaya, yang kemudian disiarkan kepada umat manusia. Ia rela mengorbankan  duniawinya, keluarganya. demi kepentingan  umat manusia yang derajatnya lebih tinggi. Ia menjadi seorang Budha yang akhimya tidak dilahirkan kembali dan menjadi pendiri agama Budha.
Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk mengorbankan  putra tunggalnya Ismail. Walaupun  ia sangat sayang pada putranya tersebut, perintah Allah untuk mengorbankan  tetap dipatuhinya. Allah menguji kesetiaan dan besamya pengorbanan  Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tidak sampai hati melihat pisaunya dipotongkan  ke leher putranya, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintahNya. Kemudian terbukti. bahwa putra yang mau dikorbankan kepada Allah sudah berganti dengan biri-biri. Pengorbanan  yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah lebih tinggi kadamya daripada pengorbanan oleh nabi ibrahim sekarang yang ditiru oleh oleh umat Islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci maupun umat Islam di wilayah lain dengan mengorbanan temak untuk keperluan fakir miskin pada hari raya Idul Qurban.
Perbedaan antara pengertian pcngabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian  tentu ada pengorbanan.  Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi  untuk kala pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan  merupakan  akibat dan pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran,  perasaan,  bahkan  dapat juga  berupa jiwanya.  Pengorbanan  diserahkan  secara  ikhlas tanpa  pamrih,  tanpa  ada perjanjian,  tanpa  ada transaksi,  kapan  saja diperlukan.
Pengabdian  lebih banyak  menunjuk  kepada  perbuatan  sedangkan,  pengorbanan   lebih banyak menunjuk  kepada pemberian  sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu.   Dalam  pengabdian   selalu  dituntut  pengorbanan,tetapi  pengorbanan belum tentu menuntut  pengabdian.
Kesediaan seorang   guru sekolah dasar ditempatkan di  pelosok terpencil daerah transmigrasi, adalah pengabdian yang juga menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena  ia mengajar disitu  tanpa  menerima  gaji dari  pemerintah, tanpa  diurus  oleh pihak berwenang  usul pengangkatannya,  ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat  / bangsanya.  Ia hanya menerima  penghargaan  dan belas kasihan dari masyarakat setempat.  Pengorbanan   yang  ia berikan  berupa  tenaga, pikiran,waktu untuk kepentingan anak  didiknya.
Dalam  novel  berjudul  “Siti  Nurbaya”  karya  Marah  Rusli,  betapa  besar  pengorbanan gadis  Siti  Nurbaya  sebagai  pengabdiannya   kepada  orang  tua. Orang  tua Siti  Nurbaya  tidak mampu membayarhutang   kepada Datuk Maringgih. Sebagai tebusannya, Siti Nurbaya dibujuk agar bersedia  kawin dengan  Datuk Maringgih,  si tua bangka,  walaupun  sebenamya  ia sudah mengikat janji  dengan pemuda  pujaannya  bemama  Syamsul Bahri. Demi pengabdian  kepada bapaknya  , Siti Nurbaya  bersedia memutuskan  hubungannya  dengan  Syamsul  Bahri dan mau dikawinkan  dengan  Datuk  Maringgih,  walaupun  dcngan  perasaan  yang  sangat  berat.
referensi :
http://sanusiadam79.wordpress.com/2013/05/01/manusia-dan-tanggung-jawab/
http://abra139210.wordpress.com/2011/05/24/manusia-dan-harapan/
http://yoppy-candra.blogspot.com/2013/07/manusia-dan-kasih-sayang.html
http://radi76.wordpress.com/2013/04/13/manusia-dan-kasih-sayang/
http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia


Senin, 28 April 2014

REVOLUSI BUDAYA

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat —seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan— yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.


Proses Evolusi Budaya Secara Universal

 Menurut konsep tentang evolusi secara universal mengatakan. Bahwa masyarakat manusia berkembang secara lambat ( berevolusi ) dari tingkat-tingkat rendah dan sederhana menuju ke tingkat yang lebih tinggi dan kompleks. Dimana kecepatan perkembangannya atau proses evolusinya berbeda-beda setiap wilayah yang ada di muka bumi ini.
Itulah sebabnya ada kita jumpai masyarat yang sudah maju, masyarakat yang masih hidup dalam proses menuju kemajuan dan masyarakat yang masih hidup seperti zaman dahulu.

Teori Evolusi Kebudayaan

L.H.Morgan

Menurut Morgan evolusi kebudayaan secara universal melalui delapan tahapan yaitu:
1.      Zaman Liar Tua.
Zaman sejak manusia ada samapai menemukan api, kemudian manusia menemukan keahlian meramu dan mencari akar-akar tumbuhan liar untuk hidup.

2.      Zaman Liar Madya.
 Zaman di mana manusia menemukan senjata busur dan panah. Pada zaman ini manusia mulai merobah mata pencahariannya dari meramu menjadi pencari ikan.
3.      Zaman Liar Muda.
 Pada zaman manusia menemukan senjata busur dan panah sampai memiliki kepandaian untuk membuat alat-alat dari tembikar namun kehidupannya masih berburu.


4.      Zaman Barbar Tua.
Zaman sejak manusia memiliki kepandaian membuat tembikar sampai manusia beternak dan bercocok tanam.
5.      Zaman Barbar Madya.
Zaman sejak manusia beternak dan bercocok tanam samapai menemukan kepandaian membuat alat-alat atau benda-benda dari logam 
6.      Zaman Barbar Muda.
 Zaman sejak manusia memiliki kepandaian membuat alat-alat dari logam sampai manusia mengenal tulisan. 
7.      Zaman Peradaban Purba,
menghasilakan beberapa peradapan klasik zaman batu dan logam 
8.      Zaman Masa Kini,
sejak zaman peradapan klasik sampai sekarang.

Pertanyaannya apakah prinsip-prinsip dalam evolusi hayati juga berlaku dalam evolusi kultur atau sosial? Untuk menjawab itu, seorang biolog Robert Boyd (2005), mengajukan beberapa proposisi terkait dengan evolusi budaya diantaranya:

  1. Budaya merupakan informasi yang didapatkan oleh suatu individu dari orang lain melalui pengajaran, imitasi atau bentuk pembelajaran sosial lainnya.
  2. Perubahan budaya haruslah dimodelkan sebagai suatu proses Evolusi Darwinian.
  3. Budaya merupakan sebahagian dari evolusi biologis.
  4. Evolusi budaya membuat evolusi manusia menjadi berbeda dengan evolusi makhluk hidup lainnya.
  5. Gen dan budaya berevolusi.
Contoh Revolusi Budaya:

Revolusi Kebudayaan adalah revolusi besar yang terjadi di Cina antara tahun 1966dan 1969. revolusi Kebudayaan merupakan revolusi di segala bidang untuk mengembalikan Cina kepada ajaran Maoisme yang dirasakan semakin lama semakin luntur karena digerogoti anasir-anasir Barat.
 Revolusi ini digerakkan oleh Mao Tse Tung sebagai puncak perseteruannya dengan pejabat Presiden Liu Shaoqi dan kelompoknya yang dituduh beraliran kanan, mendukung intelektualisme dan kapitalisme. Revolusi ini ditandai dengan dibentuknya Pengawal Merah, sebuah unit paramiliter yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa-mahasiswa yang mendukung Mao dan ajaran-ajaranya.  

SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://katonsad.blogspot.com/2013/05/evolusi-dan-revolusi-budaya.html




Jumat, 14 Maret 2014

Ilmu Budaya Dasar

Di Indonesia istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan sebagai pengganti istilah basic “humanitiesm” atau bahasa Inggrisnya “the Humanities” yang artinya manusia, berbudaya dan halus dan dalam bahasa latin yaitu “humnus“. Diharapkan seseorang akan menjadi lebih berbudaya, lebih halus dan lebih manusiawi dengan mempelajari the humanities.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Ilmu budaya dasar tentu berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya disini yaitu mengkaji manusia sebagai mahluk berbudaya dalam masalah nilai-nilai manusia (homo humanus).
Sedangkan ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Menurut Prof Dr. Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2. Ilmu-ilmu Sosial ( social scince )

Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan sebagainya.

3. Pengetahuan Budaya ( the humanities )

Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dan lain-lain. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

  • Ilmu budaya dasar bertujuan untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam maupun orang lain yang ia kenal luarnya saja
  • Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku orang lain
  • Untuk pergaulan hidup dimasyarakat luas
  • Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan sifat-sifat kekotaan
  • Memiliku pemikiran dan penglihatan yang jelas serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita
  • Peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.
Diharapkan seseorang yang mempelajari ilmu budaya dasar ini dapat membangun minat dan kebiasaan tentang sesuatu yang terjadi sekitar lingkunannya dan dimana saja, menelan apa yang ia kerjakaan dan mengapa ia lakukan. Dan harapan orang yang mempelajari ini dapat memiliki keberanian moral untuk mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang ia pertahankan dan dapat menerimanya.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Berbagai aspek kehidupan mansusia merupakan seluruh ungakapan masalah kemanusiaan dan budaya dang didekati menggunakan pengetahuan budaya (the humanities). Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
sumber :
http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-ilmu-budaya-dasar/

Jumat, 06 Desember 2013

Analisa Kasus Media

Analisa Kasus :

Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terlibat tawuran saat pulang sekolah, Jumat (27/9/2013). Kejadian ini mengakibatkan ruas jalur trans-Sulawesi macet total.
Tawuran ini berakhir setelah sejumlah warga dan polisi turun tangan. Tawuran yang melibatkan dua geng pelajar yang diduga berawal dari perselisihan yang berakhir dengan perkelahian pada Kamis (26/9/2013). Rupanya perkelahian itu berlanjut hingga hari ini.
Tawuran pelajar itu menyebabkan para pengguna jalan ketakutan dan memilih berputar arah. Pasalnya, ratusan pelajar berseragam Pramuka ini terlibat aksi saling kejar dan saling lempar batu di depan sekolah.
Sejumlah warga yang geram atas ulah para pelajar ini akhirnya nekat membubarkan tawuran. Sejumlah aparat kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengejar dan membekuk tiga pelajar yang diduga provokator.
"Dari kemarin katanya mereka saling mencari dan tadi pulang sekolah baru bertemu jadi langsung berkelahi," ujar Nafsiah, salah seorang siswi.
Aparat kepolisian yang dikonfirmasi menyatakan masih mengamankan lokasi tawuran dan selanjutnya dilakukan penyelidikan.
"Kami hanya mengamankan TKP agar tidak terjadi lagi tawuran susulan dan yang ditangkap masih dilakukan penyelidikan apakah dia terlibat tawuran atau tidak," kata Ipda Fredy Nalle, Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Kanit SPKT) Polres Bone.

Argumen :
Dalam materi saya kali ini , telah ketahui kalau 2 geng pelajar saling melakukan tawuran. dan kalian pikir tidak nyambung dengan materi media . tapi sekarang berpikir lagi bagaimana hal tersebut bisa terjadi apa karena masalah percekcokan atau saling mencemooh ataupun hal lain, nah menurut saya itu sebagaian kecil dari penyebabnya, dan coba kita pikirkan lagi bagaimana hal ini bisa terjadi? ya karena media, media di indonesia ini tidak menyaring hal-hal yg tak patut untuk diketahui daerah yg belum mengetahuinya . seperti halnya tawuran, sebenarnya yg kita ketahui tawuran hanya ada di daerah jakarta saja dan sekitarnya tapi sekaraang meluas sampai"  daerah jawa barat bahkan sulawesi. nah itu karena media membeber-beberkan tentang tawuran pelajar di seluruh indonesia dan itu sangat penting untuk tidak membeberkannya. karena kita sebagai bangsa indonesia takut akan dampaknya yg besar untuk negara ini,  oleh karenanya media sepatutnya menyaring berbagai info yg pnting yg boleh di berikan dan yg tidak boleh diberikan , karena ini masalah masa depan bangsa. jika anak mudanya saja seperti ini bagaimana masa depan bangsa kita? . selain itu secara pribadi kita harus bisa menjaga diri kita tentang tindakan itu melalui kegiatan yg benar-benar menyongsong masa depan kita dan tentunya Agama .

sumber :
http://www.tribunnews.com/regional/2013/09/27/ratusan-pelajar-sma-watampone-terlibat-tawuran

Sabtu, 16 November 2013

BAB 6 PELAPISAN SOSIAL DAN PERSAMAAN DERAJAT

BAB 6 PELAPISAN SOSIAL DAN PERSAMAAN DERAJAT

1. PELAPISAN SOSIAL

A. Definisi

Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan bahwa : Manusia dipengaruhi masyarakat demi pembentukan pribadinya, Individu mempengaruhi masyrakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.

STRATA yang Berarti LAPISAN. Sejumlah penduduk yang mempunyai kedudukan yang sama menurut ukuran masyarakatnya. Dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.

Pitirim A. Sorokin berpendapat Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat .

B. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial

Pelapisan Sosial itu semata-mata ditentukan oleh system kebudayaan itu sendiri.

Didalam organisasi suku primitf sudah ada yang namanya pelapisan social . Hal ini terwujud berbagai bentuk seperti : Kelompok berdasarkan Jenis kelamin dan Umur , Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh, adanya pemimpin yang saling berpengaruh, adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta, adanya pembagian kerja, adanya pembedaan standar ekonomi.

C. Terjadinya Pelapisan Sosial
- Terjadi sendiri

Proses ini terjadi sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.

-Terjadi dengan sengaja

Sistem pelapisan yang disusun sengaja yang ditujukan untuk mengajar tujuan bersama
Didalam organisasi ini disusun dengan 2 sistem yaitu system fungsional dan system scalar .
Adapun kelemahan yang disebabkan system ini yaitu
-karena sudah diatur sedemikian rupa sehingga sering terjadi kelemahan didalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahanyang terjadi dalam masyarakat
-Membatasi kemampuan individual yang sebenarnya mampu

D. Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya

1. Sistem Pelapisan Masyarakat tertutup

Dalam system ini pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun kebwah tidak mungkin terjadi kecuali ada hal-hal istimewa. Seperti halnya dinegara india yang masyarakatnya dibagi menjadi 5 golongan , brahmana, ksatria, Waisya, Sudra, Paria.

2. Sistem Pelapisan Masyarakat Terbuka

Didalam system ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh kelapisan bawah atau naik kelapisan atas.

E. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial

Pembagian Masyarakat itu dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :
-Masyarakat terdiri dari kelas atas dan kelas bawah
-Masyarakat yang terdiri dari 3 kelas ialah kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah
-Adapula Masyarakat terdiri dari kelas atas, kelas menengah, kelas menengah bawah dan kelas bawah

Orang yang dapat menduduk lapisan tertentu disebabkan oleh beberapa factor , sperti misalnya : keturunan , kecakapan, pengaruh, kekuatan dan lain sebagainya.
Menurut Aristoteles mengatakan bahwa didalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali dan mereka yang ditengah-tengah

Dari beberapa pengertian diatas disimpulkan bahwa ukuran yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat kedalam lapisan-lapisan social adalah sebagai berikut :
- Ukuran Kekayaan, Ukuran Kekuasaan, Ukuran kehormatan, Ukuran Ilmu Pengetahuan.

2. Kesamaan Derajat

Kesamaan Derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sector kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan HAM

1. Persamaan HAK

Mengenai persamaan Hak ini selanjutnya dicantumkan dalam pernyataan sedunia tentang ha-hak asasi manusia atau Universitas Declaration Of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya seperti pasal 1, pasal 2 (1), pasal 7.

2. Persamaan Derajat Indonesia

Dalam UUD 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secara jelas. Hukum dibuat dimaksudkan untuk melindungi dan mengatur secara umum tampa perbedaan. Ada 4 pasal yang mengatur tentang HAM diantaranya pasal 27, 28, 29 dan 31.

3. Elite Dan Massa

Berbicara masalah Elite adalah berbicara tentang kepemimpinan.
a. Pengertian
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjukan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite.

b. Fungsi elite dalam memegang strategi
Ada 2 kecenderungan dalam memilih elite dalam suatu lingkungan masyrakat :
Pertama, menitik beratkan pada fungsi social dan yang kedua pertimbangan-pertimbangan yang bersifat moral. Dari 2 kecenderungan itu muncul 2 macam elite yaitu elite eksternal dan internal

Elite internal menyangkut integrasi moral serta solaidasritas social yang berhubungan dengan perasaan terntentu pada saat terntentu. Elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi.

Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis besar sebaga berikut :
a. Elite Politik
b. Elite ekonomi, militer, diplomatic dan cendikiawan
c. Elite Agama, Filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat
d. Elite yang memberikan kebutuhan psikologis

2. MASSA

Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan. Massa diwakili oleh orang-orang yang berpera serta dalam perilaku massal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional

Hal-Hal yang enting dalam massa
Terhadap beberapa hal yang penting sebagian ciri-ciri yang membedakan di dalam massa :
-Keanggotaan berasal dari semua lapisan masyrakat
-Masa meupakan kelompok yang anonym
-Sedikit sekali interaksi
-Serta tidak bertindak secara bulat

Peranan-peranan individu didalam masa penting sekali kenyataan bahwa massa adalah terdiri dari individu-individu yang menyebar secara luas di berbagai kelompok –kelompok setempat. Itu berarti bahwa obyek of interest yang menarik perhatiandari mereka yang membentuk massa adalah perhatian dari mereka yang membentuk massa adalah sesuatuyang terletak diluar kebudayaan dan kelomok-kelomok setempat, dan oleh karena itu dibatasi atau diterangkan dalam sitilah-istilah understanding atau tertib-terib setempat

Masyarakat dan Massa

Massa merupakan gambaran kosong dari suatu masyarakat atau persekutuan.

Hakikat dan Perilaku Massa

Istilah-istilah dari masing-masing individu yang mencari jawaban menurut kebutuhan sendiri-sendiri. Secara paradoksial , bentuk perilaku massa terletak pada garis aktivitas individual dan bukan pada tindakan bersama.

Peranan Elite terhadap massa

Elite sebagai minoritas yang memiliki kualifikasi tertentu yang eksistensinya sebgai kelompok penentu dan berperang dalam masyarakat diakui  secara legal oleh masyarakat pendukungnya.

4. Pembagian Pendapatan

Komponen Pendapatan

Dalam roda ekonomi di bagi2 yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen. Semua balas jasa yang diterima oleh pemilik factor produksi tersebut merupakan pendapatan nasional. Dan besar kecilnya sangat tergantung dari peranan atau penting tidaknya factor produksi tersebut.

Perhitungan Pendapatan

Apabila diteliti lebih lanjut , masih terdapat factor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah.
a. Sewa Tanah
Sewa tanah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah , karena ia ikut serta menyumbang jasanya dalam produksi.

b. Upah
Upah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh Buruh, karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi

c. Bunga Modal
Bunga adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi

d.Laba Pengusaha
Pengusaha memperoleh balas jasa yang berupa keuntungan , karena telah mengorganisisasi factor-faktor produksi dalam melakukan proses produksi

e Distribusi Pendapatan

Setelah dilakukan perhitungan pendapatan nasional maka dapat diketahui kegiatan produksi dan struktur perekonomian suatu Negara.

BAB 5 WARGA NEGARA DAN NEGARA

BAB 5 WARGA NEGARA DAN NEGARA

1. HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAH

A. HUKUM


Menurut JCT Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto yang mendefinisikan hokum sebagai peraturan-peraturan yang memaksa yang menentukan tingkah laku  manusia dalam lingkunan masyarakat yang dibuat lembaga-lembaga resmi yang berwajib.
a. Ciri-Ciri Hukum dan Sifatnya
Ciri-Ciri Hukum :Adanya perintah atau larangan, Perintah atau Larangan itu harus dipatuhi setiap orang
Sifat hokum : mengatur dan memaksa

b. Sumber-Sumber Hukum
Sumber-sumber hokum ialah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan memaksa, yang kalau dilanggar dapat mendapat sanksi yang tegas dan nyata.Sumber hokum ditinjau dari segi formal dan segi material
Sumber Hukum Formal : UU (Statue), Kebiasaan (Custom), Keputusan-keputusan Hakim (Yuripedensi), Traktat dan Pendapat Sarjana Hukum.

c Pembagian Hukum
Menurut Sumbernya : UU, Kebiasaan, Traktat, Yuripurdensi
Menurut Bentuknya : Hukum tertulisan dan Tidak tertulis
Menurut tempat berlakunya :Hukum Nasional, Internasional, Asing, dan Gereja.
Menurut Waktu berlakunya : Ius Constitutum, Ius Constituendum, Hukum Asasi
Menurut cara mempertahankannya : Hukum material dan Hukum Formal.
Menurut Sifatnya : Hukum yang memaksa dan Hukum yang mengatur
Menurut wujudnya : Hukum Obyektif dan Subyektif
Menurut Isinya : Hukum Private dan Hukum Publik

Negara sebagai organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan dan warganegara. Oleh karena itu Negara memiliki 2 tugas pokok :
-Mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan asocial
-Mengorganisir dan mengintergrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruh atau tujuan social.

Hukum yang mengendalikan kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dimasyarakat disebut hokum positif . Sebagai atribut positif ini adalah : pertama bukanlah kaidah social yang mengambang kedua dibutuhkan staf yang menjaga berlangsungnya hokum. Hukum itu kongreatisasi dari pada system nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat yang perlu mempertimbngkan 3 hal : Sistem norma sebagai system control dan sebagai system enginerring. Sehingga hokum diartikan sebgai serumpunan peraturan yang bersifat memaksa dan diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat.
Agar masyarakat siap memakai hokum positif, perlu mempelajari manajemen hokum dan kultur hokum. System hokum terurai menjadi 3 : Subttansi , struktur dan kultur.

Bagi masyrakat Modern atau masyarakat primitive Hukum akan selalu berfungsi ,dalam pemaham sosiologis , hadirnya hokum untuk dihadiri dan dilanggar.

B. NEGARA

Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dan masyarakat. Negara punya 2 tugas utama : Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyrakat yang bertentangan satu sama lainnya dan Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia

a. Sifat-Sifat Negara
adapun sifatnya : Sifat memaksa, Sifat Memonopoli, sifat mencakup semua.

b. Bentuk Negara
adapun bentuk-bentuk Negara yang terpenting : Negara kesatuan, Negara Serikat
dari kedua bentuk Negara itu dipecah lagi
- Negara kesatuan : Proses sentralisasi, Sistem disentrilisasi
- Negara Serikat : Dominion, Uni, Protektorat.

c. Unsur-unsur Negara
Kalau ingin dikatakan sebagai Negara, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : wilayah, rakyat, pemerintah, tujuam. Kedaulatan.

Sampai sekarang tidak ada kesepakatn diantara para ahli sendiri tentang apa arti sebenarnya dari hokum. Pentingnya mengadakan identifikasi terhadap pelbagai arti hokum adalah untuk mencegah terjadinya kesimpangsiuran didalam melakukan studi terhdap hokum.

Pendapat para sarjana mengenai hubungan antara Negara dan hokum ada 3 pendapat :
- Negara lebih tinggi dari pada hokum
- Negara, sebenarnya adalah identic atau sama dengan hokum
-Negara Hrus Tunduk pada Hukum

Salah seorang yang berpendapat tentang Negara lebih tinggi dari pada hokum adalah puchta , dia berpendapat bawah hokum timbul dari jiwa bangsa secara langsung dalam pelaksanaannya .
Negara hokum dalam arti sempit , yakni Negara hokum liberal, ditandai dengan 2 ciri :
- Adanya perlindungan HAM
- adanya pemisahan kekuasaan , antara legislative, eksekuif, dan yudikatif.

Negara Hukum dalam Arti Formal , mengandung 4 unsur :
-Perlindungan terhadap HAM
-Pemisahan Kekuasaan
-Setiap tindakan pemerintah mesti berdasarkan UU
-Adanya peradilan administrasi yang berdiri sendri

C. PEMERINTAH

Pemerintah merupakan salah satu unsur penting dari Negara. Tampa pemerintah maka Negara tidak ada yang mengatur.
Pengertian pemerintah di bagi 2 : arti sempit dan arti luas

Pemerintah dalam arti luas :
- Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir , bersumber pada kedaulatan dan berlandaskan dasar Negara .
-Segala tugas , kewenangan, kewajiban Negara yang dilaksanakan menurut dasar-dasar ketentuan

Pemerintah dalam arti sempit :
-tugas, kewajiban dan kekuasaan Negara, dibidang eksekutif
-Kekuasaan Negara dibidang berstuur

Maka Pemerintahan dalam arti luas adalah : alat perlengkapan Negara seluruhnya sebagai badan yang melaksanakan seluruh tugas/kekuasaan Negara atau melaksanakn pemerintah dalam arti luas.
Pemerintah dalam arti sempit : hanya menunjuk kepada alat perlengkapan Negara yang melaksanakan pemerintahan dalam arti sempit.

2. WARGA NEGARA DAN NEGARA

Rakyat diartikan sebagai kumpulan manusia yang dipersatukan oleh rasa persatuan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu.

Orang yang beraada dalam wilayah suatu Negara dibedakan menjadi 2 : Penduduk dan Bukan penduduk
 1. Asas kewarganegaraan
Adapun menjadi 2 kriteria :
- Kriterium kelahiran : Ius Soli dan Ius Sanguinis
-Naturaslisasi
Semua yang menjadi warga Negara Indonesia telah dicantumkan dalam pas 26 UUD1945.
Didalam penjelasan Umum UU No 62 tahun 1958 bahwa kewarganegaraan RI diperoleh :
- Karena Keluahiran , pengangkatan, dikabulkan permohonan, pewarganegaraan, akibat dari perkwainan, turut ayah/ ibunya, pernyataan

Hak dan Kewajiban Warga Negara tercantum pada UUD 1945 pasal 27(2), 30(1), 31(1), 27(1), 29(2), dan28

BAB 4 : PEMUDA DAN SOSIALISASI

BAB 4 : PEMUDA DAN SOSIALISASI

Internalisasi Belajar Dan Spesialisasi

Menurut artikel ANOMI DIKALANGAN REMAJA AKIBAT KEKABURAN NORMA di harian kompas, hari senin, tanggal 11 februari 1985 memuat bahwa  Masa Remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis, masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Dalam demikian , seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecenderungan melakukan pelanggaran. Kondisi ini juga menjadi sasaran pengaruh Media massa.
Anomi pun muncul akibat keanekaragaman dan kekerabatan norma.

Orientasi Mendua

Menurut Dr Male , Oriientasi mendua adalah orientasi yang bertumpu kepada harapan orang tua, masyarakat dan bangsa yang sering bertentangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap teman sebaya. Pada masa remaja adalah masa bimbang jadi mereka menyerap semua informasi tampa menyaringnya dengan demikian remaja adalah kelompok potensial yang mudah dipengaruhi media massa.

Menurut Enoch Markum ada 2 cara alternative memecahkan masalah ini , yang pertama mengaktifkan kembali fungsi keluarga dan kembali kepada pendidikan Agama.

Peran Media Massa

Pada dewasa ini media massa mengambil semua informasi dari pesimisifnya masyarakat yang tercermin pada isi media massa tersebut. Sementara itu masa remaja adalah masa peralihan yangditandai 2 ciri yaitu menyatakan identitas diri dan melepas diri dari ketergantungan orang tua , jadi dari ciri-ciri itu mereka cenderung melahapp informasi yang serasi dengan selera dan keinginan mereka.

Adapun Jalan keluar yang diberikan ahli komunikasi yaitu membekali remaja dengan keemampuan berinformasi yang mencakup menemukan , memilih, menggunakan dan mengevaluasi informasi adahalnya secara personal dengan bimbingan orang tua dalam mengkomsumsi media massa.

Perlu Dikembangkan

Kecenderuangan-kecenderungan relasi orang tua dan remaja ( KROR) ada 2 : postif dan negative. KROR positif merupakan factor pendukung hubungan orang tua dan anak secara edukatif kalau KROR negative bersifat tidak mendukung karena bersifat destruktif dan konfrontatif .
Menurut Kankanwil Depdikbud DKI Jakarta berpendapat kalau jalur kulikuler dan jaluh ekstrakulikuler pada hakikatnya saling menunjang dalam pembentukan kepribadian dan pengarahan pada remaja.

Masalah kepemudaan dapat ditinjau dari 2 asumsi :
- Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tapi fragmentasi, terpecah-pecah, dan setiap  fragmen mempunyai arti sendiri-sendiri.
-Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.

Pemuda sebagai satu obyek dalam hidup, tentulah memiliki nilai-nilai sendiri dalam mendukung dan menggerakan hidup bersama itu dan karena itu Penafsiran mengenai identifikasi pemuda seperti ini disebut pendekatan ekosferis.

PEMUDA DAN IDENTITAS

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama adari generasi lain. Pemuda-pemuda pun memiliki potensi-potensi yang penting sebagai sumberdaya manusia. Oleh karenanya potensi positif ini mesti terus digarap . Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselerasikan diri ditengah-tengah masyarakat.
a. Pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berdasarkan
Landasan idiil (pancasila), Landasan Konstituional (UUD45), Landasan strategis ( Garis-Garis Besar Haluan Negara), Landasan Historis( Sumpah pemuda dan proklamasi), Landasan normative ( Etika, tata nilai dan tradisi leluhur)

Dalam Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda menyangkut 2 pengertian pokok
- Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan-kemampuan serta landasan untuk mandiri dalam keterlibatan secara fungsional
- Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan adlah yang masiih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi

b. Masalah dan potensi generasi muda
Masalah :
Menurunnya jiwa idealism , patriotism dan nasionalisme, Kekurang pastian pemuda pada masa depan, belum seimbang antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, Kurangnya lapangan kerja, Kurangnya gizi, Perkawinan dibawah umur, Pergaulan bebas, Kenakalan remaja, belum adaperaturan perundangan yang mengatur generasi muda

Potensi :
Idealisme dan daya kritis, Dinamika dan kreatifitas, Keberannian mengambil risiko,Optimis dan kegairahan semangat. Sikap Kemandirian dan displin murni, Terdidik, Keaneka ragamaan dalam persatuan dan kesatuan, Patriotisme dan nasionalisme, Sikap kesatria, Kemampuan penguasaan Ilmu dan teknologi


Sosialisasi adalah proses membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Melalui Proses sosialisasi , individu akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia msti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakatdan lingkunagn budayanya. Proses sosialisasi tidak berhenti pada keluarga tapi masih ada lembaga lainnya.

Tujuan Sosialisasi :
-Individu diberi ilmu untuk kehidupannya kelak dimasyarakat
-Individu mampu berkomunikasi secara efektif
-Pengendalian fungsi-fungsi organic
-Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yag ada pada masyarakat

PERGURUAN DAN PENDIDIKAN

Upaya bangsa Indonesia mengembangkan potensi pemuda agara menjadi innovator-inovator itu melalui pembinaan sedini mungkin ketika SLTP/SLTA dengan cara penyelenggaraan lomba karya ilmiah oleh lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada saat perguruan tinggi lebih banyak diarahkan program-program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal.

B. PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI

Kualitas Sumber daya manusia merupakan faktoryang sangat menentukan dalam proses pembangunan. Karena SDM bukan hanya sebgai obyek tetap subyek pembangunan. Disinilah terletak arti penting dari pendidikan sebgai satu upaya untuk terciptanya sumber daya manusia. Adapun 2 faktor yang dapat kita amati dalam pembangunan dewasa ini : Semakin banyak manusia yang membutuhkan pendidikan dan semakin bervariasinya mutu pendidikan yang diharapkan oleh mereka.

Pembicaraan tentang generasi muda khususnya yang mengeyam pendidikan tinggi menjadi sangat penting karena beberapa alas an :
-Sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan trbaik
-sebgai kelompok masyarakat yang terlama dibangku sekolah
-Mahasasiwa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu
-Mahhasiswa yang akan menjadi susunan teratas dari kekuasaan