Label

Jumat, 14 Maret 2014

Ilmu Budaya Dasar

Di Indonesia istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan sebagai pengganti istilah basic “humanitiesm” atau bahasa Inggrisnya “the Humanities” yang artinya manusia, berbudaya dan halus dan dalam bahasa latin yaitu “humnus“. Diharapkan seseorang akan menjadi lebih berbudaya, lebih halus dan lebih manusiawi dengan mempelajari the humanities.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Ilmu budaya dasar tentu berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya disini yaitu mengkaji manusia sebagai mahluk berbudaya dalam masalah nilai-nilai manusia (homo humanus).
Sedangkan ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Menurut Prof Dr. Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2. Ilmu-ilmu Sosial ( social scince )

Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan sebagainya.

3. Pengetahuan Budaya ( the humanities )

Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dan lain-lain. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

  • Ilmu budaya dasar bertujuan untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam maupun orang lain yang ia kenal luarnya saja
  • Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku orang lain
  • Untuk pergaulan hidup dimasyarakat luas
  • Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan sifat-sifat kekotaan
  • Memiliku pemikiran dan penglihatan yang jelas serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita
  • Peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.
Diharapkan seseorang yang mempelajari ilmu budaya dasar ini dapat membangun minat dan kebiasaan tentang sesuatu yang terjadi sekitar lingkunannya dan dimana saja, menelan apa yang ia kerjakaan dan mengapa ia lakukan. Dan harapan orang yang mempelajari ini dapat memiliki keberanian moral untuk mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang ia pertahankan dan dapat menerimanya.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Berbagai aspek kehidupan mansusia merupakan seluruh ungakapan masalah kemanusiaan dan budaya dang didekati menggunakan pengetahuan budaya (the humanities). Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
sumber :
http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-ilmu-budaya-dasar/

Jumat, 06 Desember 2013

Analisa Kasus Media

Analisa Kasus :

Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terlibat tawuran saat pulang sekolah, Jumat (27/9/2013). Kejadian ini mengakibatkan ruas jalur trans-Sulawesi macet total.
Tawuran ini berakhir setelah sejumlah warga dan polisi turun tangan. Tawuran yang melibatkan dua geng pelajar yang diduga berawal dari perselisihan yang berakhir dengan perkelahian pada Kamis (26/9/2013). Rupanya perkelahian itu berlanjut hingga hari ini.
Tawuran pelajar itu menyebabkan para pengguna jalan ketakutan dan memilih berputar arah. Pasalnya, ratusan pelajar berseragam Pramuka ini terlibat aksi saling kejar dan saling lempar batu di depan sekolah.
Sejumlah warga yang geram atas ulah para pelajar ini akhirnya nekat membubarkan tawuran. Sejumlah aparat kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengejar dan membekuk tiga pelajar yang diduga provokator.
"Dari kemarin katanya mereka saling mencari dan tadi pulang sekolah baru bertemu jadi langsung berkelahi," ujar Nafsiah, salah seorang siswi.
Aparat kepolisian yang dikonfirmasi menyatakan masih mengamankan lokasi tawuran dan selanjutnya dilakukan penyelidikan.
"Kami hanya mengamankan TKP agar tidak terjadi lagi tawuran susulan dan yang ditangkap masih dilakukan penyelidikan apakah dia terlibat tawuran atau tidak," kata Ipda Fredy Nalle, Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Kanit SPKT) Polres Bone.

Argumen :
Dalam materi saya kali ini , telah ketahui kalau 2 geng pelajar saling melakukan tawuran. dan kalian pikir tidak nyambung dengan materi media . tapi sekarang berpikir lagi bagaimana hal tersebut bisa terjadi apa karena masalah percekcokan atau saling mencemooh ataupun hal lain, nah menurut saya itu sebagaian kecil dari penyebabnya, dan coba kita pikirkan lagi bagaimana hal ini bisa terjadi? ya karena media, media di indonesia ini tidak menyaring hal-hal yg tak patut untuk diketahui daerah yg belum mengetahuinya . seperti halnya tawuran, sebenarnya yg kita ketahui tawuran hanya ada di daerah jakarta saja dan sekitarnya tapi sekaraang meluas sampai"  daerah jawa barat bahkan sulawesi. nah itu karena media membeber-beberkan tentang tawuran pelajar di seluruh indonesia dan itu sangat penting untuk tidak membeberkannya. karena kita sebagai bangsa indonesia takut akan dampaknya yg besar untuk negara ini,  oleh karenanya media sepatutnya menyaring berbagai info yg pnting yg boleh di berikan dan yg tidak boleh diberikan , karena ini masalah masa depan bangsa. jika anak mudanya saja seperti ini bagaimana masa depan bangsa kita? . selain itu secara pribadi kita harus bisa menjaga diri kita tentang tindakan itu melalui kegiatan yg benar-benar menyongsong masa depan kita dan tentunya Agama .

sumber :
http://www.tribunnews.com/regional/2013/09/27/ratusan-pelajar-sma-watampone-terlibat-tawuran

Sabtu, 16 November 2013

BAB 6 PELAPISAN SOSIAL DAN PERSAMAAN DERAJAT

BAB 6 PELAPISAN SOSIAL DAN PERSAMAAN DERAJAT

1. PELAPISAN SOSIAL

A. Definisi

Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan bahwa : Manusia dipengaruhi masyarakat demi pembentukan pribadinya, Individu mempengaruhi masyrakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.

STRATA yang Berarti LAPISAN. Sejumlah penduduk yang mempunyai kedudukan yang sama menurut ukuran masyarakatnya. Dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.

Pitirim A. Sorokin berpendapat Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat .

B. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial

Pelapisan Sosial itu semata-mata ditentukan oleh system kebudayaan itu sendiri.

Didalam organisasi suku primitf sudah ada yang namanya pelapisan social . Hal ini terwujud berbagai bentuk seperti : Kelompok berdasarkan Jenis kelamin dan Umur , Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh, adanya pemimpin yang saling berpengaruh, adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta, adanya pembagian kerja, adanya pembedaan standar ekonomi.

C. Terjadinya Pelapisan Sosial
- Terjadi sendiri

Proses ini terjadi sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.

-Terjadi dengan sengaja

Sistem pelapisan yang disusun sengaja yang ditujukan untuk mengajar tujuan bersama
Didalam organisasi ini disusun dengan 2 sistem yaitu system fungsional dan system scalar .
Adapun kelemahan yang disebabkan system ini yaitu
-karena sudah diatur sedemikian rupa sehingga sering terjadi kelemahan didalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahanyang terjadi dalam masyarakat
-Membatasi kemampuan individual yang sebenarnya mampu

D. Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya

1. Sistem Pelapisan Masyarakat tertutup

Dalam system ini pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun kebwah tidak mungkin terjadi kecuali ada hal-hal istimewa. Seperti halnya dinegara india yang masyarakatnya dibagi menjadi 5 golongan , brahmana, ksatria, Waisya, Sudra, Paria.

2. Sistem Pelapisan Masyarakat Terbuka

Didalam system ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh kelapisan bawah atau naik kelapisan atas.

E. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial

Pembagian Masyarakat itu dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :
-Masyarakat terdiri dari kelas atas dan kelas bawah
-Masyarakat yang terdiri dari 3 kelas ialah kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah
-Adapula Masyarakat terdiri dari kelas atas, kelas menengah, kelas menengah bawah dan kelas bawah

Orang yang dapat menduduk lapisan tertentu disebabkan oleh beberapa factor , sperti misalnya : keturunan , kecakapan, pengaruh, kekuatan dan lain sebagainya.
Menurut Aristoteles mengatakan bahwa didalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali dan mereka yang ditengah-tengah

Dari beberapa pengertian diatas disimpulkan bahwa ukuran yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat kedalam lapisan-lapisan social adalah sebagai berikut :
- Ukuran Kekayaan, Ukuran Kekuasaan, Ukuran kehormatan, Ukuran Ilmu Pengetahuan.

2. Kesamaan Derajat

Kesamaan Derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sector kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan HAM

1. Persamaan HAK

Mengenai persamaan Hak ini selanjutnya dicantumkan dalam pernyataan sedunia tentang ha-hak asasi manusia atau Universitas Declaration Of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya seperti pasal 1, pasal 2 (1), pasal 7.

2. Persamaan Derajat Indonesia

Dalam UUD 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secara jelas. Hukum dibuat dimaksudkan untuk melindungi dan mengatur secara umum tampa perbedaan. Ada 4 pasal yang mengatur tentang HAM diantaranya pasal 27, 28, 29 dan 31.

3. Elite Dan Massa

Berbicara masalah Elite adalah berbicara tentang kepemimpinan.
a. Pengertian
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjukan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite.

b. Fungsi elite dalam memegang strategi
Ada 2 kecenderungan dalam memilih elite dalam suatu lingkungan masyrakat :
Pertama, menitik beratkan pada fungsi social dan yang kedua pertimbangan-pertimbangan yang bersifat moral. Dari 2 kecenderungan itu muncul 2 macam elite yaitu elite eksternal dan internal

Elite internal menyangkut integrasi moral serta solaidasritas social yang berhubungan dengan perasaan terntentu pada saat terntentu. Elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi.

Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis besar sebaga berikut :
a. Elite Politik
b. Elite ekonomi, militer, diplomatic dan cendikiawan
c. Elite Agama, Filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat
d. Elite yang memberikan kebutuhan psikologis

2. MASSA

Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan. Massa diwakili oleh orang-orang yang berpera serta dalam perilaku massal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional

Hal-Hal yang enting dalam massa
Terhadap beberapa hal yang penting sebagian ciri-ciri yang membedakan di dalam massa :
-Keanggotaan berasal dari semua lapisan masyrakat
-Masa meupakan kelompok yang anonym
-Sedikit sekali interaksi
-Serta tidak bertindak secara bulat

Peranan-peranan individu didalam masa penting sekali kenyataan bahwa massa adalah terdiri dari individu-individu yang menyebar secara luas di berbagai kelompok –kelompok setempat. Itu berarti bahwa obyek of interest yang menarik perhatiandari mereka yang membentuk massa adalah perhatian dari mereka yang membentuk massa adalah sesuatuyang terletak diluar kebudayaan dan kelomok-kelomok setempat, dan oleh karena itu dibatasi atau diterangkan dalam sitilah-istilah understanding atau tertib-terib setempat

Masyarakat dan Massa

Massa merupakan gambaran kosong dari suatu masyarakat atau persekutuan.

Hakikat dan Perilaku Massa

Istilah-istilah dari masing-masing individu yang mencari jawaban menurut kebutuhan sendiri-sendiri. Secara paradoksial , bentuk perilaku massa terletak pada garis aktivitas individual dan bukan pada tindakan bersama.

Peranan Elite terhadap massa

Elite sebagai minoritas yang memiliki kualifikasi tertentu yang eksistensinya sebgai kelompok penentu dan berperang dalam masyarakat diakui  secara legal oleh masyarakat pendukungnya.

4. Pembagian Pendapatan

Komponen Pendapatan

Dalam roda ekonomi di bagi2 yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen. Semua balas jasa yang diterima oleh pemilik factor produksi tersebut merupakan pendapatan nasional. Dan besar kecilnya sangat tergantung dari peranan atau penting tidaknya factor produksi tersebut.

Perhitungan Pendapatan

Apabila diteliti lebih lanjut , masih terdapat factor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah.
a. Sewa Tanah
Sewa tanah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah , karena ia ikut serta menyumbang jasanya dalam produksi.

b. Upah
Upah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh Buruh, karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi

c. Bunga Modal
Bunga adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi

d.Laba Pengusaha
Pengusaha memperoleh balas jasa yang berupa keuntungan , karena telah mengorganisisasi factor-faktor produksi dalam melakukan proses produksi

e Distribusi Pendapatan

Setelah dilakukan perhitungan pendapatan nasional maka dapat diketahui kegiatan produksi dan struktur perekonomian suatu Negara.

BAB 5 WARGA NEGARA DAN NEGARA

BAB 5 WARGA NEGARA DAN NEGARA

1. HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAH

A. HUKUM


Menurut JCT Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto yang mendefinisikan hokum sebagai peraturan-peraturan yang memaksa yang menentukan tingkah laku  manusia dalam lingkunan masyarakat yang dibuat lembaga-lembaga resmi yang berwajib.
a. Ciri-Ciri Hukum dan Sifatnya
Ciri-Ciri Hukum :Adanya perintah atau larangan, Perintah atau Larangan itu harus dipatuhi setiap orang
Sifat hokum : mengatur dan memaksa

b. Sumber-Sumber Hukum
Sumber-sumber hokum ialah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan memaksa, yang kalau dilanggar dapat mendapat sanksi yang tegas dan nyata.Sumber hokum ditinjau dari segi formal dan segi material
Sumber Hukum Formal : UU (Statue), Kebiasaan (Custom), Keputusan-keputusan Hakim (Yuripedensi), Traktat dan Pendapat Sarjana Hukum.

c Pembagian Hukum
Menurut Sumbernya : UU, Kebiasaan, Traktat, Yuripurdensi
Menurut Bentuknya : Hukum tertulisan dan Tidak tertulis
Menurut tempat berlakunya :Hukum Nasional, Internasional, Asing, dan Gereja.
Menurut Waktu berlakunya : Ius Constitutum, Ius Constituendum, Hukum Asasi
Menurut cara mempertahankannya : Hukum material dan Hukum Formal.
Menurut Sifatnya : Hukum yang memaksa dan Hukum yang mengatur
Menurut wujudnya : Hukum Obyektif dan Subyektif
Menurut Isinya : Hukum Private dan Hukum Publik

Negara sebagai organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan dan warganegara. Oleh karena itu Negara memiliki 2 tugas pokok :
-Mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan asocial
-Mengorganisir dan mengintergrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruh atau tujuan social.

Hukum yang mengendalikan kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dimasyarakat disebut hokum positif . Sebagai atribut positif ini adalah : pertama bukanlah kaidah social yang mengambang kedua dibutuhkan staf yang menjaga berlangsungnya hokum. Hukum itu kongreatisasi dari pada system nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat yang perlu mempertimbngkan 3 hal : Sistem norma sebagai system control dan sebagai system enginerring. Sehingga hokum diartikan sebgai serumpunan peraturan yang bersifat memaksa dan diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat.
Agar masyarakat siap memakai hokum positif, perlu mempelajari manajemen hokum dan kultur hokum. System hokum terurai menjadi 3 : Subttansi , struktur dan kultur.

Bagi masyrakat Modern atau masyarakat primitive Hukum akan selalu berfungsi ,dalam pemaham sosiologis , hadirnya hokum untuk dihadiri dan dilanggar.

B. NEGARA

Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dan masyarakat. Negara punya 2 tugas utama : Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyrakat yang bertentangan satu sama lainnya dan Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia

a. Sifat-Sifat Negara
adapun sifatnya : Sifat memaksa, Sifat Memonopoli, sifat mencakup semua.

b. Bentuk Negara
adapun bentuk-bentuk Negara yang terpenting : Negara kesatuan, Negara Serikat
dari kedua bentuk Negara itu dipecah lagi
- Negara kesatuan : Proses sentralisasi, Sistem disentrilisasi
- Negara Serikat : Dominion, Uni, Protektorat.

c. Unsur-unsur Negara
Kalau ingin dikatakan sebagai Negara, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : wilayah, rakyat, pemerintah, tujuam. Kedaulatan.

Sampai sekarang tidak ada kesepakatn diantara para ahli sendiri tentang apa arti sebenarnya dari hokum. Pentingnya mengadakan identifikasi terhadap pelbagai arti hokum adalah untuk mencegah terjadinya kesimpangsiuran didalam melakukan studi terhdap hokum.

Pendapat para sarjana mengenai hubungan antara Negara dan hokum ada 3 pendapat :
- Negara lebih tinggi dari pada hokum
- Negara, sebenarnya adalah identic atau sama dengan hokum
-Negara Hrus Tunduk pada Hukum

Salah seorang yang berpendapat tentang Negara lebih tinggi dari pada hokum adalah puchta , dia berpendapat bawah hokum timbul dari jiwa bangsa secara langsung dalam pelaksanaannya .
Negara hokum dalam arti sempit , yakni Negara hokum liberal, ditandai dengan 2 ciri :
- Adanya perlindungan HAM
- adanya pemisahan kekuasaan , antara legislative, eksekuif, dan yudikatif.

Negara Hukum dalam Arti Formal , mengandung 4 unsur :
-Perlindungan terhadap HAM
-Pemisahan Kekuasaan
-Setiap tindakan pemerintah mesti berdasarkan UU
-Adanya peradilan administrasi yang berdiri sendri

C. PEMERINTAH

Pemerintah merupakan salah satu unsur penting dari Negara. Tampa pemerintah maka Negara tidak ada yang mengatur.
Pengertian pemerintah di bagi 2 : arti sempit dan arti luas

Pemerintah dalam arti luas :
- Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir , bersumber pada kedaulatan dan berlandaskan dasar Negara .
-Segala tugas , kewenangan, kewajiban Negara yang dilaksanakan menurut dasar-dasar ketentuan

Pemerintah dalam arti sempit :
-tugas, kewajiban dan kekuasaan Negara, dibidang eksekutif
-Kekuasaan Negara dibidang berstuur

Maka Pemerintahan dalam arti luas adalah : alat perlengkapan Negara seluruhnya sebagai badan yang melaksanakan seluruh tugas/kekuasaan Negara atau melaksanakn pemerintah dalam arti luas.
Pemerintah dalam arti sempit : hanya menunjuk kepada alat perlengkapan Negara yang melaksanakan pemerintahan dalam arti sempit.

2. WARGA NEGARA DAN NEGARA

Rakyat diartikan sebagai kumpulan manusia yang dipersatukan oleh rasa persatuan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu.

Orang yang beraada dalam wilayah suatu Negara dibedakan menjadi 2 : Penduduk dan Bukan penduduk
 1. Asas kewarganegaraan
Adapun menjadi 2 kriteria :
- Kriterium kelahiran : Ius Soli dan Ius Sanguinis
-Naturaslisasi
Semua yang menjadi warga Negara Indonesia telah dicantumkan dalam pas 26 UUD1945.
Didalam penjelasan Umum UU No 62 tahun 1958 bahwa kewarganegaraan RI diperoleh :
- Karena Keluahiran , pengangkatan, dikabulkan permohonan, pewarganegaraan, akibat dari perkwainan, turut ayah/ ibunya, pernyataan

Hak dan Kewajiban Warga Negara tercantum pada UUD 1945 pasal 27(2), 30(1), 31(1), 27(1), 29(2), dan28

BAB 4 : PEMUDA DAN SOSIALISASI

BAB 4 : PEMUDA DAN SOSIALISASI

Internalisasi Belajar Dan Spesialisasi

Menurut artikel ANOMI DIKALANGAN REMAJA AKIBAT KEKABURAN NORMA di harian kompas, hari senin, tanggal 11 februari 1985 memuat bahwa  Masa Remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis, masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Dalam demikian , seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecenderungan melakukan pelanggaran. Kondisi ini juga menjadi sasaran pengaruh Media massa.
Anomi pun muncul akibat keanekaragaman dan kekerabatan norma.

Orientasi Mendua

Menurut Dr Male , Oriientasi mendua adalah orientasi yang bertumpu kepada harapan orang tua, masyarakat dan bangsa yang sering bertentangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap teman sebaya. Pada masa remaja adalah masa bimbang jadi mereka menyerap semua informasi tampa menyaringnya dengan demikian remaja adalah kelompok potensial yang mudah dipengaruhi media massa.

Menurut Enoch Markum ada 2 cara alternative memecahkan masalah ini , yang pertama mengaktifkan kembali fungsi keluarga dan kembali kepada pendidikan Agama.

Peran Media Massa

Pada dewasa ini media massa mengambil semua informasi dari pesimisifnya masyarakat yang tercermin pada isi media massa tersebut. Sementara itu masa remaja adalah masa peralihan yangditandai 2 ciri yaitu menyatakan identitas diri dan melepas diri dari ketergantungan orang tua , jadi dari ciri-ciri itu mereka cenderung melahapp informasi yang serasi dengan selera dan keinginan mereka.

Adapun Jalan keluar yang diberikan ahli komunikasi yaitu membekali remaja dengan keemampuan berinformasi yang mencakup menemukan , memilih, menggunakan dan mengevaluasi informasi adahalnya secara personal dengan bimbingan orang tua dalam mengkomsumsi media massa.

Perlu Dikembangkan

Kecenderuangan-kecenderungan relasi orang tua dan remaja ( KROR) ada 2 : postif dan negative. KROR positif merupakan factor pendukung hubungan orang tua dan anak secara edukatif kalau KROR negative bersifat tidak mendukung karena bersifat destruktif dan konfrontatif .
Menurut Kankanwil Depdikbud DKI Jakarta berpendapat kalau jalur kulikuler dan jaluh ekstrakulikuler pada hakikatnya saling menunjang dalam pembentukan kepribadian dan pengarahan pada remaja.

Masalah kepemudaan dapat ditinjau dari 2 asumsi :
- Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tapi fragmentasi, terpecah-pecah, dan setiap  fragmen mempunyai arti sendiri-sendiri.
-Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.

Pemuda sebagai satu obyek dalam hidup, tentulah memiliki nilai-nilai sendiri dalam mendukung dan menggerakan hidup bersama itu dan karena itu Penafsiran mengenai identifikasi pemuda seperti ini disebut pendekatan ekosferis.

PEMUDA DAN IDENTITAS

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama adari generasi lain. Pemuda-pemuda pun memiliki potensi-potensi yang penting sebagai sumberdaya manusia. Oleh karenanya potensi positif ini mesti terus digarap . Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselerasikan diri ditengah-tengah masyarakat.
a. Pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berdasarkan
Landasan idiil (pancasila), Landasan Konstituional (UUD45), Landasan strategis ( Garis-Garis Besar Haluan Negara), Landasan Historis( Sumpah pemuda dan proklamasi), Landasan normative ( Etika, tata nilai dan tradisi leluhur)

Dalam Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda menyangkut 2 pengertian pokok
- Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan-kemampuan serta landasan untuk mandiri dalam keterlibatan secara fungsional
- Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan adlah yang masiih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi

b. Masalah dan potensi generasi muda
Masalah :
Menurunnya jiwa idealism , patriotism dan nasionalisme, Kekurang pastian pemuda pada masa depan, belum seimbang antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, Kurangnya lapangan kerja, Kurangnya gizi, Perkawinan dibawah umur, Pergaulan bebas, Kenakalan remaja, belum adaperaturan perundangan yang mengatur generasi muda

Potensi :
Idealisme dan daya kritis, Dinamika dan kreatifitas, Keberannian mengambil risiko,Optimis dan kegairahan semangat. Sikap Kemandirian dan displin murni, Terdidik, Keaneka ragamaan dalam persatuan dan kesatuan, Patriotisme dan nasionalisme, Sikap kesatria, Kemampuan penguasaan Ilmu dan teknologi


Sosialisasi adalah proses membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Melalui Proses sosialisasi , individu akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia msti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakatdan lingkunagn budayanya. Proses sosialisasi tidak berhenti pada keluarga tapi masih ada lembaga lainnya.

Tujuan Sosialisasi :
-Individu diberi ilmu untuk kehidupannya kelak dimasyarakat
-Individu mampu berkomunikasi secara efektif
-Pengendalian fungsi-fungsi organic
-Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yag ada pada masyarakat

PERGURUAN DAN PENDIDIKAN

Upaya bangsa Indonesia mengembangkan potensi pemuda agara menjadi innovator-inovator itu melalui pembinaan sedini mungkin ketika SLTP/SLTA dengan cara penyelenggaraan lomba karya ilmiah oleh lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada saat perguruan tinggi lebih banyak diarahkan program-program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal.

B. PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI

Kualitas Sumber daya manusia merupakan faktoryang sangat menentukan dalam proses pembangunan. Karena SDM bukan hanya sebgai obyek tetap subyek pembangunan. Disinilah terletak arti penting dari pendidikan sebgai satu upaya untuk terciptanya sumber daya manusia. Adapun 2 faktor yang dapat kita amati dalam pembangunan dewasa ini : Semakin banyak manusia yang membutuhkan pendidikan dan semakin bervariasinya mutu pendidikan yang diharapkan oleh mereka.

Pembicaraan tentang generasi muda khususnya yang mengeyam pendidikan tinggi menjadi sangat penting karena beberapa alas an :
-Sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan trbaik
-sebgai kelompok masyarakat yang terlama dibangku sekolah
-Mahasasiwa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu
-Mahhasiswa yang akan menjadi susunan teratas dari kekuasaan

Kamis, 24 Oktober 2013

Rangkuman tugas

Unsur-Unsur Budaya

Budaya adalah cara hidup yang berkembang di suatu kelompok yang diturunkan dari generasi ke generasi.  Budaya cenderung terbentuk dari sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa.  Ada pula ahli-ahli berpendapat tentang budaya tersebut seperto halnya . Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Adapula Unsur-unsur budaya itu meliputi 7 unsur budaya diantaranya Unsur Peralatan dan Perlengkapan hidup, Unsur Mata Pencaharian/Sistem Ekonomi ,Unsur Sistem Kemasyarakatan, Unsur Bahasa Baik Lisan Maupun Tulisan , Unsur Seni, Unsur Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Unsur Agama dan kepercayaan .

Menurut Profesor G. Coedes Indonesia juga memiliki Unsur-Unsur kebudayaan sebelum mengenal tulisan seperti  memelihara ternak, pengetahuan pelayaran, teknik perundagiaan, sistem kekerabatan matrilineal, kepercayaan animisme,monoisme, dan pemujaan roh halus, organisasi pembagian kerja, teknik pembuatan barang dari tanah, kepercayaan pada penguasa gunung, pemakaman (dolmen,kubur batu), mitologi pertentangan dua unsur kosmos.

Peranan Keluarga dalam pembentukan karakter anak

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga merupakan bagian dari sebuah masyarakat. Unsur-unsur yang ada dalam sebuah keluarga sangat mempengaruhi perlakuan dan pemikiran anak khususnya ayah dan ibu.

Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sisi. Keluargalah yang menyiapkan potensi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. Lebih jelasnya, kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang tua serta lingkungannya. Kedua orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kepribadian anak. Melalui perawatan dan perlakuan yang baik dari orang tua, anak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, baik fisik-biologis maupun sosiopsikologisnya. Apabila anak telah memperoleh rasa aman, penerimaan sosial dan harga dirinya, maka anak dapat memenuhi kebutuhan tertingginya, yaitu perwujudan diri (self actualization).

Keluarga keluarga merupakan arena dimana anak mulai mengenal procreasi dan creasi secara syah dan dibenarkan. Didalam suatu masyarakat, keluarga inti menjalankan fungsi yang sebenarnya dari masyarakat, sementara pada masyarakat lain, pola-pola kekerabatan memegang fungsi utama dalam membudayakan generasi muda. Dalam kasus lain, keluarga adalah sebagai perantara antara budaya lokal dan unit sosial, dimana nilai-nilai budaya mulai ditanamkan dari generasi tua ke generasi muda.
Peranan keluarga bukan saja berupa peranan-peranan yang bersifat intern antara orang tua dan anak, serta antara yang anak satu dengan anak ang lain. Keluarga juga merupakan medium untuk menghubungkan kehidupan anak dengan kehidupan di masyarakat, dengan kelompok-kelompok sepermainan, lembaga-lembaga sosial seperti lembaga agama, sekolah dan masyarakat yang lebih luas.
Setelah anak memiliki pergaulan dan pengalaman-pengalaman yang luas didalam kehidupan masyarakatnya, sering pengaruh orang-orang dewasa disekitarnya lebih mempengaruhi dan membentuk prilakunya dibandingkan pengaruh dari keluarga. Dalam situasi semacam itu tidak jarang akan terjadi konflik didalam diri anak, pola prilaku manakah yang kemudian diadopsi untuk dijadikan pola panutan.

Akulturasi Budaya

Akulturasi kebudayaan merupakan perpaduan dua kebudayaan atau lebih akibat dari interaksi yang terjadi antara kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan tertentu, dengan kelompok masyarakat lain sehingga terjadi pola kebudayaan original, namu tidak terjadi kehilangan kebudayaan dari kedua budaya tersebut.

Proses terjadi
Akulturasi bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur kebudayaan lain yang berbeda, sehingga unsur-unsur kebudayaan lain tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

Akulturasi memiliki efek positif dan negatifnya, efek positifnya diantaranya Terjadi perubahan kebudayaan kearah yang lebih maju, dimana budaya masyarakat dapat mengikuti perkembangan teknologi, Pembauran kebudayaan, terciptanya kebudayaan baru yang lebih maju, Modernisasi, dan Memperkaya keberagaman budaya. Efek negatifnya diantaranya Kegoncangan Budaya (culture shock), Penetrasi Budaya, Kesenjangan Budaya (culture lag, Melemahnya nilai-nilai budaya bangsa, pergeseran budaya luhur masyarakat pribumi.

dari keterengan-keterangan diatas adapula contoh-contoh akulturasi di Indonesia dari berbagai aspek seperti 1.
Seni bangunan tampak pada bangunan candi sebagai wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan seni Hindu-Budha, 2. Pakaian betawie yang digunakan pengantin pria dipengaruhi oleh kebudayaan Arab. Sedangkan pada pakaian pengantin wanita  adanya pengaruh kebudayaan Cina 3. Tari yang diciptakanpun berbeda. Interaksi orang Betawi dengan bangsa Cina tercipta tari cokek, lenong, dan gambang kromong.4. Tradisi membagi rezeki saat hari raya sebenarnya terjadi karena proses akulturasi budaya Tionghoa dengan Islam






Minggu, 20 Oktober 2013

Akulturasi Budaya

        Akulturasi Budaya


A. Pengertian

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri

Akulturasi kebudayaan merupakan perpaduan dua kebudayaan atau lebih akibat dari interaksi yang terjadi antara kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan tertentu, dengan kelompok masyarakat lain sehingga terjadi pola kebudayaan original, namu tidak terjadi kehilangan kebudayaan dari kedua budaya tersebut.


B.
 Proses Terjadinya Akulturasi
   
 Akulturasi terjadi bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur kebudayaan lain yang berbeda, sehingga unsur-unsur kebudayaan lain tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan manusia telah terjadi dalam masa-masa yang silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin dalam lapangan perdagangan , pemerintahan, dan sebagainya. Pada saat itulah unsur-unsur kebudayaan saling bercampur dan menyusup. Selain itu proses migrasi juga dapat memberikan peran dalam mendukung terjadinya akulturasi. Beberpa masalah yang menyangkut proses akulturasi adalah sebagai berikut :
1.      Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima?
2.      Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima?
3.      Individu-individu manakah yang cepat menerima kebudayaan baru?
4.      Ketegangan-ketegangan apakah yang timnul akibat akulturasi?

Berdasarkan masalah-masalah tersebut maka perlu kita kaji lebih jauh, agar kita dapat mengetahui lebih jelas mengenai hal itu dan dapat menemukan solusinya.

1.    Pada umumya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima pada masyarakat Indonesia, diantaranya :
v  Unsur kebudayaan material (benda), seperti alat dan peralatan hidup yang mudah dipakai dan dirasakan manfaatnya.
v  Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar, misalnya radio transistor yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat media massa.
v  Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut, seperti mesin pertanian yang cocok untuk masyarakat Indonesia yang agraris.

2.    Selain itu adapun unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh suatu masyarakat, biasanya mengenai hal-hal berikut :
v  Unsur kebudayaan yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup, dan sebagainya.
v  Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi, yaitu sosialisasi yang terjadi pada keluarga.

3.    Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua dianggap orang-orang kolot yang sulit menerima kebudayaan baru. Hal ini disebabkan karena norma-norma tradisiolnal pada orang tua sudah mendarah daging dan menjiwai (internalized). Sedangkan pada generasi muda unsur-unsur atau norma-norma tradisional belum mantap dalam jiwanya, sehingga lebih menerima unsur-unsur budaya baru yang mungkin dapat mengubah kehidupan mereka.

4.    Proses akulturasi dalam masyarakat tidak selalu berjalan lancar, seimbang dan memberikan manfaat yang positif. Disisi lain pasti selalu ada kelompok yang suksr sekali atau bahkan tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan dalam golongan masyarakat tersebut dianggap sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat.

C. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Proses Akulturasi

Faktor-faktor yang mendukung terjadinya akulturasi pada masuyarakat Indonesia, diantaranya sebagai berikut :
v Masyarakat Indonesia telah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi, sehingga masuknya kebudayaan asing ke Indonesia menambah perbendaharaan kebudayaan Indonesia.
v Kecakapan istimewa. Bangsa Indonesia memiliki apa yang disebut dengan istilah local genius, yaitu kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsur-unsur kebudayaan asing dan mengolah unsur-unsur tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Faktor-faktor yang menghambat terjadinya akulturasi pada masyarakat Indonesia, diantaranya sebagai berikut :


v Vested Interested, yaitu adanya kepentingan daerah yang bersifst khusus.
v Tingginya sifat kedaerahan atau yang biasa disebut primordialisme.
v Munculnya etnosentrisme, anggapan bahwa kebudayaan sendiri lebih baik dari kebudayaan lain.

E.   Efek Positif Akulturasi

Proses akulturasi pada masyarakat juga memberikan pengaruh yang bersifat positif, diantaranya sebagai berikut :


1.      Terjadi perubahan kebudayaan kearah yang lebih maju, dimana budaya masyarakat dapat mengikuti perkembangan teknologi.
2.      Pembauran kebudayaan, terciptanya kebudayaan baru yang lebih maju.
3.      Modernisasi, dan
4.      Memperkaya keberagaman budaya.

F.   Efek Negative Akulturasi

Proses akulturasi yang terjadi pada masyrakat Indonesia tidak selalu berjalan baik, seiring dengan perkembangan kebudayaan terdapat berbagai dampak-dampak yang disebabkan dengan adanya perpaduan kebudayaan tersebut, diantaranya sebagai berikut :

1.      Kegoncangan Budaya (culture shock), terjadi jika seseorang dihadapkan pada budaya baru muncul sebagai akibat warga masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi, sebagai akibat adanya perbedaan yang tajam antara cita-cita dengan kenyataan.
2.      Penetrasi Budaya, dimana adanya pengaruh suatu kebudayaan pendatang terhadap kebudayaan asli.
3.      Kesenjangan Budaya (culture lag), fenomena masyarakat umum karena kecenderungan budaya material berkembang dan berubah dengan cepat sementara non-materi budaya cenderung untuk menolak perubahan dan tetap untuk jangka waktu tertentu.
4.      Melemahnya nilai-nilai budaya bangsa, pergeseran budaya luhur masyarakat pribumi.



dari pengertian di atas dapat kita ketahui bahwa akulturasi kebudayaan adalah pencampuran budaya tampa merubah kedua budaya tersebut dan ada pula contoh-contohnya  , sebagai berikut :

Ø Seni Bangunan

Seni bangunan tampak pada bangunan candi sebagai wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan seni Hindu-Budha. Candi merupakan bentuk perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan India. Candi merupakan hasil bangunan zaman megalitikum yaitu bangunan punden berundak-undak yang mendapat pengaruh Hindu Budha. Contohnya candi Borobudur. Pada candi disertai pula berbagai macam benda yang ikut dikubur yang disebut bekal kubur sehingga candi juga berfungsi sebagai makam bukan semata-mata sebagai rumah dewa. Sedangkan candi Budha, hanya jadi tempat pemujaan dewa tidak terdapat peti pripih dan abu jenazah ditanam di sekitar candi dalam bangunan stupa.

Ø Seni Berpakaian

Pakaian Adat Betawi, orang Betawi pada umumnya mengenal beberapa macam pakaian. Namun yang lazim dikenakan adalah pakaian adat berupa tutup kepala (destar) dengan baju jas yang menutup leher (jas tutup) yang digunakan sebagai stelan celana panjang Melengkapi pakaian adat pria Betawi ini, selembar kain batik dilingkari pada bagian pinggang dan sebilah belati diselipkan di depan perut. Para wanita biasanya memakai baju kebaya, selendang panjang yamg menutup kepala serta kain batik. Pada pakaian pengantin, terlihat hasil proses asimilasi dart berbagai kelompok etnis pembentuk masyarakat Betawi. Pakaian yang digunakan pengantin pria, yang terdiri dari: sorban, jubah panjang dan celana panjang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab. Sedangkan pada pakaian pengantin wanita yang menggunakan syangko (penutup muka), baju model encim dan rok panjang memperlihatkan adanya pengaruh kebudayaan Cina Uniknya, terompah (alas kaki) yang dikenakan oleh pengantin pria dan wanita dipengaruhi oleh kebudayaanArab.

Ø Seni Tarian

Tari Betawi. Sejak dulu orang Betawi tinggal di berbagai wilayah Jakarta. Ada yang tinggal di pesisir, di tengah kota dan pinggir kota. Perbedaan tempat tinggal menyebabkan perbedaan kebiasaan dan karakter. Selain itu interaksi dengan suku bangsa lain memberi ciri khas bagi orang Betawi. Tari yang diciptakanpun berbeda. Interaksi orang Betawi dengan bangsa Cina tercipta tari cokek, lenong, dan gambang kromong.
Ø Adat Kebiasaan

Tradisi membagi rezeki saat hari raya sebenarnya terjadi karena proses akulturasi budaya Tionghoa dengan Islam. Memberi dengan ketulusan hati merupakan bagian luhur dari menjalankan kewajiban sebagai manusia. Dan lebih indah lagi jika segala kebajikan dilakukan di hari raya. Menjalankan tradisi tentu merupakan bagian dari kebajikan. Tradisi yang diwariskan leluhur sejatinya tetap dilaksanakan karena mengandung nilai-nilai moral yang bertujuan baik. Salah satu tradisi Lebaran yang tak kalah populer adalah berbagi rezeki.


Argument

Pendapat saya tentang pencampuran budaya sebenarnya beragam tapi saya akan membicarakan secara ringkas, akulturasi budaya di dunia ini sebenarnya harus ada dan dibutuhkan karena suatu budaya tidak hanya menetap pada budaya itu saja tampa mengetahui perkembangan zaman , jika mereka tetap menetap , mereka tak akan mengetahui dan berbaur dengan budaya luar, tapi ada pula efek negatifnya suatu budaya jika sudah dilakukan suatu pencampuran dan terjadi suatu dominasi budaya, budaya minoritas akan tersingkirkan dan lama kelamaan menghilang , oleh karenanya kita sebagai pemilik budayabudaya itu harus bisa melestarikan dan mempertahankan budaya yang kita miliki agar kita tak terpengaruhi budaya lain serta harus merubah pola budaya mengikuti arus zaman tmpa mengubah budaya lamanya .


sumber
http://abdulghofursparatise.blogspot.com/2012/10/akulturasi.html
http://www.anneahira.com/akulturasi-kebudayaan.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://abccontoh2alkulturasi.blogspot.com/